Selasa, 11 Januari 2011

Kemampuan Personal

membahas tentang kemampuan personal sama saja dengan kemampuan kepribadian, disini saya akan menjelaskan tentang kemampuan personal yang memiliki tingkah laku dan tindakan yang mencerminkan kepribadian bangsa memahami dan mengenal nilai nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah.

untuk lebih lengkap saya jelaskan dari penjelesan kepribadian, yaitu Setiap individu pasti memiliki kepribadian, dan kepribadian setiap individu itu sendiri berbeda dengan individu yang lain. Cara seseorang berprilaku dan berfikir dicerminkan oleh kepribadian orang tersebut. Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia. Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman. Seperti contoh sebelumnya seorang anak masih memiliki kepribadian yang kurang baik akan tetapi karena dia kuliah di UPI (universitas pendidikan indonesia) maka kepribadiannya akan berubah menjadi kepribadian seorang guru. dengan hal ini kepribadian merupakan potensi yang penting dalam tingkah laku seorang individu,
beberapa contoh kemampuan personal yaitu :
1. Mempunyai sifat selalu ingin menang/optimis.
Punya sikap optimis dalam menghadapi suatu masalah dengan menganggap kalau masalah tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dan mesti diselesaikan, optimis Anda bisa menyelesaikannya. Daripada Anda sibuk mengeluh akan suatu hal yang terjadi di kantor Anda misalnya, lebih baik Anda berpikir dan mencoba langsung mempraktekkan bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah tersebut. Pikirkan bahwa masalah yang timbul menjadi kesempatan bagi Anda untuk menunjukkan kapasitas Anda sebagai karyawan yang punya kemampuan lebih dengan memberikan performance yang baik, produktif dan bisa bekerja secara efisien dan efektif.
2. Berkomunikasi secara efektif.
Kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi hal yang esensial dalam berbagai hal, tentunya dalam hal bekerja pun Anda perlu mengasah kemampuan yang satu ini. Berkomunikasi yang baik dalam pekerjaan adalah bagaimana cara Anda menghilangkan gap antara Anda dengan kolega ataupun dengan anak buah, atau hanya sekedar dengan orang-orang bawahan Anda. Bagaimana caranya Anda bisa menjembatani antara Anda dengan mereka. Tak hanya itu, berkomunikasi yang baik adalah bagaimana cara Anda mengeluarkan pendapat ataupun ide Anda dengan baik, sehingga Anda bisa berlaku persuasif dan berhasil mengajak atau membuat orang yang mendengarkan mengerti apa yang Anda maksud dan mau mengikuti Anda. Komunikasi tak hanya secara verbal tetapi juga non verbal, bagaimana body language Anda, ekspresi muka, itu bisa mempunyai arti tersendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah berkomunikasi yang baik adalah komunikasi yang terjadi dua arah, tak hanya Anda saja atau lawan bicara saja, tetapi Anda dan lawan bicara Anda.
3. Punya kepercayaan diri.
Pe-de itu perlu lho! Untuk menunjukkan kemampuan Anda, diperlukan kepercayaan diri yang tinggi, meski demikian kepercayaan tersebut juga harus dibantu dengan kemampuan Anda di bidang yang Anda pilih., Percuma kan kalau Anda sudah pede tetapi ternyata kemampuan Anda di bawah rata-rata. Jangan lupa untuk tetap low profile jika memang Anda berkemampuan di atas rata-rata ataupun mendapat pujian dari atasan Anda atau dari seseorang yang mengagumi kemampuan Anda.
4. Tunjukkan kemampuan kreativitas Anda.
Dalam pekerjaan apapun, kreativitas juga diperlukan. Dalam hal ini berpikir inovatif dan imajinatif. Tak sekedar khayalan tetapi juga bisa dipraktekkan, sehingga bukan sekedar mengeluarkan ide saja. Apalagi jika Anda bisa membuktikan karya Anda tersebut dapat menguntungkan perusahaan, tentunya mempunyai nilai tambah tersendiri bagi penilaian Anda. Jangan pernah merendahkan kemampuan Anda membuat penyelesaian dari suatu masalah. Jika Anda disodorkan masalah atau proyek, tunjukan kalau Anda bisa membuat solusi yang efektif dan sederhana. Jangan takut jika gagal, karena setidaknya Anda telah menunjukkan kalau Anda telah berusaha.
5. Bisa menerima dan belajar dari kritik.
Kadang teori lebih mudah ketimbang mempraktekkannya. Tetapi semua masukan tersebut bagi Anda untuk melakukan perbaiki diri. Terkadang tanpa disadari Anda bersikap defensif yang menyebabkan diri Anda terlihat negatif bagi kolega yang lain. Untuk menghindarinya, Anda bisa menarik napas dan cobalah memberikan jawaban secara diplomatis, jika memang Anda terus ‘diserang’ padahal Anda merasa bahwa Anda benar, Anda bisa memberikan jawaban tanpa nada tinggi. Tak hanya menerima kritikan, tetapi Anda juga harus bisa memberikan kritik bagi orang lain. Sampaikan sesuai dengan karakternya.
6. Bisa memotivasi diri dan lingkungan.
Jangan berharap kalau ada suatu masalah Anda akan selalu disupport dan dimotivasi orang lain, justru kalau bisa jadilah orang bisa selalu termotivasi dan bisa memotivasi orang lain untuk maju terus dan pantang menyerah. Dengan memberikan harapan (jangan harapan kosong) yangtelah diperhitungkan secara matang sebelumnya. Dari sini Anda juga belajar untuk mengasah jiwa kepemimpinan Anda untuk membimbing kolega atau anak buah Anda untuk tetap optimis dalam menghadapi masalah atau kesulitan
7. Bisa menjadi multitask person.
Jangan hanya terfokus pada satu pekerjaan saja, karena saat ini mau tidak mau Anda harus bisa menghadapi dan menyelesaikan beberapa jenis pekerjan yang bisa saja sangat berbeda dalam waktu yang bersamaan. Karena itu, usahakan untuk selalu membuat note-note kecil yang berisi kemajuan-kemajuan atau perubahan yang telah dibuat selama menjalankan pekerjaan tersebut, sehingga Anda tak bingung saat Anda harus switch pekerjaan yang sedang dilakukan. Buatlah laporan mingguan atau bulanan sebagai record untuk diri sendiri dan atasan, sehingga mereka tahu kalau semua pekerjaan yang Anda tangani, dikerjakan dengan baik.
8. Dapat melihat jauh ke depan.
maksudnya adalah berpikirlah lebih panjang. Usahakan untuk selalu berpikir di luar kotak (think outside the box). Jangan terpaku pada apa yang ada di depan Anda, tetapi kembangkan hingga lebih jauh ke depan lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

[b] [i] [a] [quote] [code] [list] [list=] [*] [img] [url]